BIOCOATING UNTUK PENGENDALIAN HAMA PBK PADA TANAMAN KAKAO

Dalam budidaya tanaman perkebunan, serangan organisme pengganggu tumbuhan dapat  menyebabkan kerusakan tanaman hingga penurunan produksi bahkan menyebabkan kematian tanaman. Organisme pengganggu tumbuhan yang menyerang pada tanaman kakao ada beberapa jenis baik yang menyerang akar, batang, daun dan buah.

Penggerek buah kakao (PBK) Conopomorpha Cramerella merupakan hama utama tanaman kakao yang menyebabkan penurunan produksi hingga 80 %. Akibat dari serangan PBK, biji kakao menjadi keras dan menempel satu sama lain sehingga menurunkan produktifitas baik secara kualitas maupun kuantitas. Serangan PBK pada kakao juga meningkatkan biaya panen sehingga menurunkan keuntungan usaha tani kakao. Pengendalian hama PBK dilakukan secara kultur teknis yaitu Panen sering, Pemangkasan, Sanitasi dan Pemupukan. Aplikasi insektisida merupakan metode yang paling umum dilakukan petani. Metode penyarungan merupakan metode yang paling efektif untuk pengendalian PBK. Namun metode ini memiliki kelemahan yaitu kurang praktis dan menimbulkan kerusakan lingkungan akibat peningkatan produksi sampah plastik.

Oleh karena itu perlu ditemukan alternatif bahan pengganti plastik yang memiliki sifat dapat terdegradasi, mudah dalam aplikasi dan aman bagi kesehatan manusia. Biocoater merupakan bahan alternatif pengganti sarung dari plastik yang memiliki sifat dapat terdegradasi dan berbentuk cair sehingga mudah diaplikasikan. Aplikasi Biocoater dilakukan dengan penyemprotan seperti aplikasi insektisida namun dengan frekwensi yang lebih jarang. Alat aplikasi Biocoater menggunakan sprayer yang biasa digunakan oleh petani untuk aplikasi insektisida. Efektifitas Biocoater untuk menekan kehilangan hasil akibat PBK setara dengan insektisida.

Namun sifat ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu pestisida merupakan keunggulan empiris dari Biocoater. Peningkatan efektifitas Biocoater dengan target menyamai efektifitas metode penyarungan merupakan target diharapkan segera terwujud. Di masa mendatang produk Biocoater yang akan dihasilkan ini diharapkan dapat menjadi alternatif atau bahkan pilihan utama dalam sebagai pelindung buah kakao dari serangan hama dan penyakit dan sebagai teknologi pengendalian hama dan penyakit yang lebih baik, sehat, aman dan ramah lingkungan.

UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan melakukan Uji Efektivitas Biocoating Untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao di Desa Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur seluas 96 Hektar, lokasi pengujian Biocoating pada tanaman kakao ini dengan mempertimbangkan terjadi adanya serangan Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha cramerella oleh pengamat OPT setempat.

           Kegiatan pengujian efektivitas biocoating untuk pengendalian Hama Penggerek Kakao (PBK) dengan menggunakan 4 perlakuan antara lain yaitu K (kontrol), I (Insektisida), P (penyarungan), dan B (Biocoater). Aplikasi dilaksanakan sebanyak tiga kali yaitu pada saat buah kakao berukuran 8-10 cm dan diulangi lagi dengan interval waktu per 2 minggu. Dan setiap plot percobaan (blok tanaman) terdiri dari 30 pohon yang diperlukan dan pada setiap pohon dipilih 5 - 10 buah kakao berukuran  panjang

           Pada hasil pengujian, Perlakuan yang menggunakan penyarungan (sarungisasi)  lebih efektif dalam mengendalikan serangan hama PBK dengan intensitas serangan rata-rata hanya  0,2% lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan menggunakan insektisida maupun Biocoating, namun tidak berbeda nyata. Sedangkan buah yang terserang hanya 20% tidak berbeda nyata dengan menggunakan insektisida. Dan berbeda nyata dengan menggunakan biocoating yaitu 31%. Perlakuan yang menggunakan insektisida lebih rendah tingkat intensitas serangan hama PBK yaitu 0,3% dibandingkan menggunakan biocoating yaitu 0,5% walaupun tidak berbeda nyata. Namun tidak baik bila digunakan secara terus menerus karena akan menimbulkan residu yang berbahaya sehingga tidak ramah lingkungan.

Walaupun tingkat efektifitas penggunaan Biocoating belum sebanding dengan keefektifan metode penyarungan buah, namun penggunaan Biocoting memiliki keunggulan komperatif dibandingkan dengan penyarungan (sarungisasi), yaitu lebih mudah dalam aplikasi yang akan berpengaruh terhadap penurunan upah tenaga kerja, dan yang lebih penting bersifat ramah lingkungan (tidak menimbulkan limbah plastik).

*LEO*

 

 

 

Berita Terkait

2 Komentar

Thanks for sharing your thoughts. I really appreciate your efforts and I am waiting for your further | 00 0000 - 00:00:00 WIB
Thanks for sharing your thoughts. I really appreciate your efforts and I am waiting for your further post thank you once again.
Agen SNE Kapsul di Yogyakarta | 00 0000 - 00:00:00 WIB
Terimakasih atas informasi yang telah dibagikan <a href="http://ow." >http://ow.</a>ly/8guP309Va1F

Isi Komentar